Sabtu, 04 Mei 2013

UTS Filsafat dan Ilmu Logika


Yup, diriku mau berbagi soal UTS Filsafat dan Ilmu Logika ku minggu kemarin. Tapi maapin yak kalo misalnya jawabanku rada ngawur ._.v


Soal :
1.  Jelaskan apa yang saudara fahami tentang filsafat ilmu dan jelaskan juga mengapa filsafat dipelajari untuk memahami suatu ilmu tertentu (mis. Kesehatan Masyarakat)!
2.    a. Jelaskan dan berilah contoh bahwa dengan kemampuan penalaran manusia dapat melakukan berbagai bidang kehidupan dengan pola perubahan yang bersifat progress of change!
b. Jelaskan dan berikan contoh-contohnya apa yang dimaksud dengan penalaran ilmiah dan non-ilmiah
3.       a. Berilah contoh logika berpikir deduktif dan induktif dalam konteks Kesmas!
b. Jelaskan dan berikan contoh cara manusia memperoleh pengetahuan melalui cara pengalaman sehari-hari!
4.   Menurut teori kebenaran pragmatis “hakekat kebenaran bersifat relative atau nisbi”. Jelaskan maksud pernyataan tersebut dan berilah contohnya!
5.   a.  Salah satu hakikat ilmu pengetahuan (science) tidak bersinggungan dengan hal-hal yang bersifat gaib dan berdasarkan data-data empiris. Jelaskan hakikat tersebut dan berikan contoh!
b. Jelaskan apa yang dimaksud dengan obyek khusus pengetahuan dan berikan contoh obyek khusus tersebut yang berkaitan dengan ilmu eksak dan sosial!


Jawab :
1.   Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan (epistomologi) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu, meneliti tentang apa yang memungkinkan ilmu-ilmu itu terjadi dan berkembang. Filsafat ini menggali faham tentang kebenaran, kepastian dan tahap-tahapnya, objektivitas, abstraksi, intuisi, dan juga pertanyaan mengenai ‘dari mana asal dan ke manakah arah ilmu pengetahuan’.
Dalam suatu bidang seperti Kesehatan Masyarakat, filsafat ilmu sangat diperlukan untuk menganalisis suatu hal yang sedang terjadi. Misalnya mewabahnya penyakit demam berdarah di suatu daerah tertentu. Dengan filsafat ilmu kita mencari tahu apa saja faktor-faktor penyebab demam berdarah tersebut. Apakah di daerah itu terdapat banyak sarang nyamuk Aedes aegypti atau tidak. Dan bagaimana pola hidup warga yang tinggal di tempat tersebut. Sehingga petugas kesehatan bisa menangani masalah tersebut dan memberikan penyuluhan kepada warga dengan tepat supaya terhindar dari demam berdarah.

2.     a. Semua orang selalu menginginkan perubahan di dalam kehidupan mereka. Dengan kemampuan penalaran mereka akan memikirkan bagaimana cara membuat sesuatu sehingga bisa merubah kehidupannya. Contohnya perkembangan teknologi sekarang yang semakin maju. Orang yang dulu selalu berjalan kaki untuk mencapai suatu tempat dan memerlukan waktu berhari-hari untuk sampai ke tempat tersebut, pasti memikirkan bagaimana caranya supaya ia bisa mencapai tempat tujuan dengan lebih cepat. Maka dari pemikiran tersebut terciptalah berbagai alat transportasi yang dapat menempuh jarak jauh dan hanya memakan waktu beberapa menit atau jam, seperti motor dan mobil. Atau orang dulu yang harus berkirim surat jika ingin menghubungi kerabatnya dan menunggu beberapa hari hingga suratnya sampai di tempat tujuan, pasti juga berpikir bagaimana supaya ia bisa berkomunikasi dengan lebih cepat. Maka terciptalah sekarang yang kita sebut dengan telepon genggam. Dengan adanya teknologi tersebut, kita jadi bisa melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan efisien. Dan pastinya merubah cara hidup orang-orang zaman sekarang.
b. Penalaran ilmiah merupakan suatu kegiatan analisis yang menggunakan logika ilmiah atau suatu pengetahuan yang sudah dipastikan kebenarannya melalui penelitian ilmiah. Seperti bahaya dari merokok. Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa di dalam rokok terdapat banyak zat-zat berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, salah satunya kanker paru-paru. Tidak hanya bagi perokok aktif, tetapi juga berbahaya bagi orang yang berada di sekitarnya yang juga menghisap asap rokok tersebut, atau bisa dibilang sebagai perokok pasif. Bahkan risiko terjangkitnya penyakit bagi perokok pasif lebih tinggi daripada si penghisap rokok itu sendiri.
Sedangkan penalaran non-ilmiah merupakan cara berpikir yang menggunakan perasaan atau emosi yang sering disebut dengan intuisi. Atau bisa juga pengetahuan yang didapat dari Tuhan yang disebut dengan wahyu. Dengan wahyu maka kita mendapatkan pengetahuan lewat keyakinan (kepercayaan), seperti kita mempercayai bahwa manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT di bumi adalah Nabi Adam as., yang tercipta dari tanah liat bukan evolusi dari kera.

3.   a. Logika berpikir deduktif membantu kita dalam menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual (khusus). Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir silogisme, yaitu dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Contohnya; berolahraga dapat meningkatkan kebugaran tubuh seseorang. Ayah saya rajin berolahraga setiap hari. Ayah saya memiliki tubuh yang sangat bugar. 
Logika berpikir induktif merupakan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Contohnya; adik saya sewaktu masih bayi diberikan ASI eksklusif dan sekarang ia menjadi anak yang sehat. Keponakan saya saat masih bayi juga mendapat ASI eksklusif dan sekarang ia jarang terserang penyakit. Begitu pun adik sepupu saya ketika masih bayi juga diberikan ASI eksklusif, sehingga sekarang ia menjadi anak yang cerdas. Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan bahwa ASI eksklusif memberikan banyak manfaat untuk sang anak, yaitu anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat sehingga menjadi lebih sehat dan tentunya jarang terserang penyakit, serta ASI juga dapat meningkatkan kecerdasan anak tersebut.
b. Melalui pengalamannya sehari-hari manusia bisa mendapatkan suatu pengetahuan baru bagi mereka, baik secara individu maupun secara kelompok. Cara seperti ini biasanya tanpa bimbingan, oleh karena itu sering disebut trial and error (coba dan salah dan coba lagi). Contohnya saja buat seseorang yang memiliki rumah jauh dari tempatnya bekerja. Jika ia menggunakan angkutan umum, ia harus berangkat lebih pagi agar tidak terlambat. Kalau ia berangkat sedikit lebih lambat dari waktu yang biasanya, pasti ia akan terjebak macet dan bisa dipastikan ia tidak akan bisa sampai tempat kerja tepat waktu. Dari pengalaman sehari-harinya itu, ia jadi mengetahui jam berapa seharusnya ia berangkat agar tidak terjebak macet dan datang terlambat di tempat kerja.

4.  Dalam teori pragmatis, kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Artinya, suatu pernyataan adalah benar, jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Kebenaran pragmatis sangat tergantung oleh kondisi tempat dan waktu, misalnya saja kebenaran tentang perkawinan di Negara Barat dan Indonesia. Di luar negeri pasangan yang belum menikah dibenarkan untuk tinggal bersama. Di sana tidak ada hukum yang mengharuskan mereka untuk menikah terlebih dahulu sebelum tinggal bersama dan memiliki anak. Sedangkan di Indonesia hal yang seperti itu dianggap tidak benar. Terlebih lagi dalam pandangan Islam, perbuatan tersebut dianggap sebagai zina. Laki-laki dan perempuan harus menikah secara resmi dahulu baru dianggap benar untuk tinggal bersama dan memiliki keturunan. Karena sesuatu yang dianggap benar di satu tempat, belum tentu benar di tempat lainnya.

5.   a. Alam gaib dalam kehidupan masyarakat awam selalu dikaitkan dengan fenomena-fenomena mistik dan kekuatan supernatural. Di seluruh penjuru dunia hal seperti ini sudah tidak asing lagi. Misalnya saja orang-orang yang membuat sesajen dan diletakkan di pohon-pohon besar. Mereka percaya bahwa pohon-pohon tersebut ada penunggunya dan bisa mengabulkan apa yang mereka inginkan jika diberikan sesajen. Padahal kalau dipikir secara logika, hal tersebut tidak masuk akal. Secara ilmu pengetahuan, pohon-pohon itu hanya terdiri dari daun, ranting, batang, akar, dan zat-zat kimia-biologi lainnya. Tidak mungkin zat-zat tersebut bisa mengabulkan permintaan seseorang. Selain itu, sesajen yang mereka percaya dimakan oleh sang penunggu, kemungkinan besar dihabiskan oleh hewan-hewan liar yang ada di sekitar pohon tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan tidak bersinggungan dengan alam gaib yang masih dipercaya oleh masyarakat awam.
b. Objek khusus pengetahuan adalah sasaran pokok dari suatu analisis yang dihadirkan dalam suatu pemikiran atau penelitian. Dalam ilmu alam, misalkan ilmu biologi objek khususnya adalah makhluk hidup, ilmu kimia objek khususnya adalah substansi zat, fisika objeknya adalah benda secara fisik dan non fisik, serta astronomi adalah benda-benda langit. Sedangkan dalam ilmu sosial, seperti sosiologi objek khususnya adalah interaksi sosial manusia, antropologi objek khususnya adalah manusia dan budaya, psikologi objeknya adalah mental dan kelakuan manusia, serta ekonomi adalah manusia dan kebutuhan hidupnya. 

Sumber :
Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Pustaka Sinar Harapn, Jakarta, 2003.
C. Verhaak dan R. Haryono Imam, Filsafat Ilmu Pengetahuan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1991.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar