Rabu, 23 Februari 2011

Detective Conan Syndrome (DCS)


Ada yang tahu tentang Detective Conan?
Iya, benar sekali!! (emang tadi ada yang jawab? Sepertinya tidak ada). Hhaa…
Detective Conan adalah tokoh anime dari Jepang. Dia sebenarnya adalah seorang Detektif SMU terkenal, Shinichi Kudo, yang tubuhnya mengecil karena diberi minum obat oleh kawanan organisasi hitam. Akhirnya, dia menyamar jadi anak kecil dengan nama Conan Edogawa. 

Kalian tau kenapa aku tiba-tiba cerita tentang anime Jepang? Ya, karena aku sekarang lagi tergila-gila dengan komik Detektif Conan tersebut! Untungnya aku punya teman yang hoby sama anime-anime dari Jepang dan dia hampir punya semua komik Detektif Conan. Jadi aku nggak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa di rental komik. Hhee… :D

Aku tau komik Detektif Conan itu sebenarnya sudah dari SMP, tapi waktu itu biasa aja. Gak tau kenapa tiba-tiba beberapa minggu ini aku jadi tergila-gila sama komik detektif itu. Hampir setiap hari aku selalu pinjam komik Conan dari Dupa (nama disamarkan), teman yang aku ceritakan di atas tadi. Eeitss, tapi bukan aku aja lho yang lagi suka sama komik Detektif Conan. Adhys dan Datu (nama disamarkan) juga. Bahkan beberapa warga CS yang lainnya juga lagi hoby ber-critical thinking memecahkan kasus Conan. Sampai-sampai kami pun menamai wabah yang sedang menyerang CraXI SaVier ini dengan DCS atau Detective Conan Syndrome. Hhaaha..

Kalian tau kenapa aku jadi suka sama komik Detektif Conan? Karena wujud aslinya Conan Edogawa, alias Shinichi Kudo itu sebenarnya keren!! Tapi sayang dia cuma sering muncul sebagai bayangan dari Conan -_- (ya iyalaah, tokoh utamanya kan Conan). Walaupun banyak teman-teman aku yang lebih suka sama tokoh Kaito Kid (Kid The Phantom Thief), tapi aku tetap setia sama Shinichi. Hhaaha.. Kata mereka Shinichi itu sombong kalau sudah mulai memecahkan kasus. Tapi justru itu yang buat aku suka! Aku itu suka sama karakter cowok yang sok’, belagu, sombong, dan mungkin a little bit jerk. Yyaa, sejenis Shane Gray (Camp Rock) dan Chad Dylan Cooper (Sonny With A Chance). Tapi itu cuma karakter di cerita fiksi doank, kalau kehidupan asli sih aku gak suka!!

Baca komik Detektif Conan, seperti yang sudah kubilang di atas, itu bisa membantu kita untuk ber-critical thinking. Kita jadi disuruh untuk berpikir kenapa kasus yang ada di cerita itu bisa terpecahkan. Kadang aku sendiri bisa nggak ngerti cara mereka melakukan trik-trik pembunuhan/kejahatan itu, yang membuat aku harus membolak-balik kertas komik sampai lecek. Hhee.. 

Dan ada satu efek lagi dari DCS tersebut yang sangat mempengaruhi aku. Yaitu, terbayang-bayang sosok hitam-botak yang sering jadi bayangan si pelaku di komik. Kadang aku bisa takut sendiri kalau ingat bayangan itu. Apalagi kalau mati lampu!! Kyaaa… (memang saya orangnya penakut -_-). Jadi diharapkan bagi teman-teman yang juga penakut, jangan membaca komik Detektif Conan saat mau mati lampu. Ntar jadi kebayang-bayang sosok botak-hitam itu juga!! Hhiii…



Note :
Nama teman-teman saya yang disamarkan di atas :

*Kalau mau mengenal lebih lanjut, silahkan klik nama mereka yang langsung menuju ke homepage twitter mereka. Hhee.. :D

2 komentar:

  1. ternyata... suka Shinichi itu hanya alibi, sebenarnya anda menyukai si botak-hitam #dor #jdheeer #kabur *komentar tidak jelas*

    BalasHapus
  2. aku juga lagi kena detective conan syndrom nihh,,,

    BalasHapus